Minggu, 26 Februari 2012

Mengenal Lebih Dekat Jenderal Purnawirawan Bambang Hendarso Danuri, M.M.

Bambang Hendarso Danuri

Polri Mandiri dan Profesional
Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mengakselerasi transformasi Polri menuju Polri mandiri, profesional, dan dipercaya masyarakat. Setelah memaparkan visi-misi (janji) itu, mantan Kapolda Sumut itu diterima secara aklamasi oleh DPR (24/9/2008) menjadi Kapolri setelah melalui fit and proper test Komisi III DPR (22/9/2008).

Lulusan Akpol 74 kelahiran Bogor, 10 Oktober 1952, itu menduduki kursi Tribrata I menggantikan Jenderal Pol Sutanto yang pensiun 30 September 2008.

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol. Bambang Hendarso Danuri, itu satu-satunya calon Kapolri yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden sebelumnya telah menerima beberapa masukan dari berbagai macam kalangan, termasuk dari Komisi Kepolisian. Mensesneg Hatta Radjasa mengatakan, Presiden Yudhoyono hanya mengajukan satu nama calon, karena pertimbangan agar Bambang Hendarso bisa terpilih menjadi Kapolri baru.

Pada pemilihan Kapolri periode sebelumnya, Dai Bachtiar dan Sutanto juga merupakan calon tunggal. Namun calon tunggal bukan berarti akan langsung disetujui Komisi III.

Pencalonan tunggal Bambang ini mendapat dukungan dari semua fraksi DPR. Sesuai dengan UU 2/2002 pasal 11, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR. Pelantikan Bambang Hendarso Danuri menjabat Kapolri baru dilakukan pada 30 September 2008 di istana.

Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri oleh anggota komisi III DPR, Bambang mendengarkan dengan serius setiap pandangan fraksi. Dia didampingi Derenbang Polri Brigjen Pol
. Tjuk Sukiadi dan Spripim Kapolri Kombes Pol. Suhardi A., serta Karo Analis Bareskrim Brigjen Pol. Mathius Salempang, Direktur III/Tipikor Brigjen Pol. Jose Rizal, dan sejumlah personel Bareskrim Polri.

Bambang, mantan Kapolda Sumut itu memulai dengan paparan visi dan misinya yang diberi judul Akselerasi Transformasi Polri Menuju Polri Mandiri, Profesional, dan Dipercaya Masyarakat.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan (2005), itu mengatakan akan melanjutkan program prioritas Kapolri Sutanto seperti pemberantasan judi, narkotik, terorisme, korupsi, dan illegal logging. Menurutnya, tak harus ganti pimpinan lalu ganti visi, misi, dan program karena organisasi (akan) mengalami discontinuity. Dia menyampaikan visi-misi sesuai dengan perumusan grand strategy Polri 2005-2025.


Sementara program baru dengan prinsip hemat struktur dan kaya fungsi supaya tidak membebani anggaran yang ada. Misalnya, mengubah struktur Densus 88/Antiteror; dari semula di setiap Polda menjadi cukup di delapan wilayah strategis. Di antaranya Jakarta dan Surabaya.
Dia juga akan menempatkan enam pangkalan wilayah Polisi Air di tempat strategis. Kemudian, membangun Indonesian Automotive Fingerprint Information System, membuat Pusat Informasi Kriminal Nasional, melanjutkan pembangunan kesatuan wilayah, dan memperbaiki manajemen keuangan Polri.

Suami dari Nanny Hartiningsih, itu juga akan mempercepat transformasi kultural. "Polisi itu harus melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Salah satu caranya dengan memperbaiki SDM. Trust building ditarget pada 2010," kata peraih penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Karya Bhakti dan Satya Lencana Ksatria Tamtama itu.

Lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta itu juga berjanji meningkatkan pendapatan anggota Polri di kisaran Rp 7 juta hingga Rp 47 juta.

Dia juga berjanji akan menegakkan disipilin dan tindakan tegas. "Jika ada anggota yang melakukan pembiaran (pidana) akan kita tindak. Akan ada tim operasi bersih," janjinya. Sebelum melangkah dengan tindakan hukum ke luar, Bambang akan melaksanakan tindakan ke dalam lebih dulu dalam seratus hari pertama pelaksanaan tugasnya. "Ini amanah yang berat, tapi saya akan laksanakan sesuai komitmen," katanya.

Bambang juga berjanji polisi akan netral dan tidak berpihak dalam Pemilu 2009. Dia juga berjanji membuka hotline untuk warga masyarakat yang akan mengadukan kinerja polisi yang dianggap tidak tepat.

Sesuai data di pusat data Tokoh Indonesia, Bambang lulusan Akademi Kepolisian tahun 1974. Dia meraih gelar sarjana (S1)
dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta.


Adik dari mantan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen (Purn) Tritamtomo ini menapaki karir dari Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat (1975), kemudian menjadi Kapolres Jayapura (1993). Karirnya terus menaik dengan menjabat Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat (1994). Lalu beberapa kali menjadi Kadit Serse Polda, mulai dari Kadit Serse Polda Nusa Tengggara Barat (1997), Kadit Serse Polda Bali (1999), Kadit Serse Polda Jawa Timur (2000), dan Kadit Serse Polda Metro Jaya (2005).

Kemudian menjadi Kapolda Kalimantan Selatan (2005) dan Kapolda Sumatera Utara (2005-2006). Sebelum menjadi Kapolri, dia menjabat Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri (2006-2008).

Bambang mengawali karirnya di kepolisian ketika menjadi Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat tahun 1975. Setelah itu karirnya terus melesat hingga antara lain pernah menjabat sebagai Kapolres Jayapura (1993), Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat (1994), Kadit Serse Polda Nusa Tengggara Barat (1997), Kadit Serse Polda Bali (1999, Kadit Serse Polda Jawa Timur (2000), Kadit Serse Polda Metro Jaya, Kapolda Sumatera Utara (2005-2006) dan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (2006).

Atas berbagai pengabdiannya, dia antara lain menerima penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Karya Bhakti, dan Satya Lencana Ksatria Tamtama.


Dilantik
Jenderal (Pol
.) Bambang Hendarso Danuri dilantik dan disumpah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa 30 September 2008.

Bambang menggantikan Jenderal (Pol
.) Sutanto yang memasuki pensiun, 30 September 2008 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 55/Pol/2008. Sebelum dilantik, Bambang baru naik pangkat menjadi jenderal penuh. Ia adalah lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1974, satu angkatan di bawah Sutanto.

Seusai pelantikan, Bambang mengemukakan bahwa tugas yang diberikan kepadanya cukup berat dan penuh tantangan. Ia menyatakan akan menjaga keberlanjutan apa yang sudah dilaksanakan Sutanto.

”Kelanjutan program tetap kami jadikan prioritas,” ujarnya. Antara lain, pertama, terkait dengan kebijakan ke dalam, seperti penerimaan taruna Akpol dan bintara Polri yang bersih serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme. Kedua, mengambil tindakan tegas untuk kejahatan seperti judi, pembalakan liar, kejahatan konvensional, terorisme, dan narkotika.

Dia berjanji akan bertindak lebih keras. "Anggota dan pejabat yang masih melakukan pembiaran akan kami tindak. Itu komitmen. Pelayanan masyarakat juga akan kami tingkatkan. Tentunya, ke depan, kita menghadapi Pemilu 2009. Ini prioritas bersama TNI
untuk mengamankannya hingga pemilihan presiden dan wakil presiden,” ujarnya.

Acara pelantikan Bambang itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat negara, seperti Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua MA Bagir Manan, Ketua KPK Antasari Azhar, Ketua BPK Anwar Nasution, dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira mengatakan, serah terima jabatan Kepala Polri direncanakan berlangsung di Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis, 9 Oktober 2008
.


Puncak Karier Anak Bogor
Membasmi pembalakan liar dan mengungkap kasus pembunuhan aktivis Munir adalah prestasinya
Senin, 6 Oktober 2008, 12:10 WIB
Puncak kepemimpinan tertinggi kepolisian kini dalam genggaman Bambang Hendarso Danuri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Jenderal yang akrab disapa BHD itu menjadi Kepala Polri Istana Negara, Jakarta, pada Selasa 30 September 2008, lalu.

BHD menggantikan posisi seniornya, Jenderal Sutanto, yang pensiun. “Saya akan melanjutkan program beliau (Sutanto),” katanya.

Namanya mulai muncul ke permukaan sejak menjadi Kepala Polres Jayapura pada 1993. Setahun kemudian dia ditunjuk menjadi Wakil Kepala Polwil Bogor. Kiprah BHD selanjutnya banyak dihabiskan di reserse.

Misalnya dia menjadi Kepala Direktorat Reserse Polda Nusa Tengggara Barat, pada 1997. Dua tahun kemudian dengan jabatan yang sama dia bertugas di Polda Bali.

Setahun kemudian dia bertugas di Polda Jawa Timur juga sebagai direktur reserse. Di sinilah dia mulai menjadi anak buah Sutanto.

Di bawah komando Sutanto, BHD memberangus aksi penyelundupan mobil mewah yang sempat membuat gerah seorang pejabat di Direktorat Jenderal Bea Cukai, pada 2000.
 
Dia juga yang memuluskan program Sutanto memberantas perjudian di Surabaya. Kemudian ketika Sutanto tenggelam saat Da’i Bachtiar menjadi Kepala Polri, kiprah BHD juga hampir sama. Sebentar menjadi Direktur Reserse Polda Metro Jaya pada 2001, namanya
menghilang.

Nama BHD muncul lagi ketika Sutanto menjadi Kepala Polri. Namanya mulai mencorong ketika menjabat sebagai Kepala Polda Sumatera Utara, periode 2005-2006. Di sini, selain membabat judi dia memerangi pembalakan liar.

Ketika mempimpin kepolisian di Sumatera Utara, BHD menangkap Adelin Lis di Hongkong. Adelin dituduh membabat hutan lindung. Mahkamah Agung menghukumnya 10 tahun penjara. Namun Adelin keburu kabur. Hingga kini masih buron.

Saat dipercaya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri periode 2006-2008, sepak terjang BHD makin terasa dalam memburu pembalak liar. Misalnya, saat memberangus pembalakan liar di Riau bersama Kepala Polda Riau di era Brigadir Jenderal Sutjiptadi.


Bahkan BHD juga yang mengungkap pembalakan liar di Kalimantan, pada Maret 2008. Di sini dia membongkar keterlibatan sejumlah polisi dan pejabat di departemen kehutanan.

Aksi BHD yang paling fenomenal adalah  ketika mengungkap keterlibatan petinggi BIN dalam kasus pembunuhan aktifis HAM, Munir. Di masa BHD inilah, tersangka pemubunuh Munir, Pollycarpus, diganjar hukuman 20 tahun penjara.

Tak hanya itu, aksi BHD ini sampai membawa bekas Deputi BIN, Muchdi PR, ke meja hijau. Perkara ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Karena sepak terjangnya itulah, Sutanto kepincut mengajukannya menjadi Kepala Polri.  “Saya bersyukur,” kata BHD kepada wartawan. Saya sudah membuat prioritas. Misalnya mengenai keluhan pelayanan polisi. Kami ingin humanis dan dekat dengan rakyat."

Senin, 05 Desember 2011

Larutan Penyangga (Buffer) - Tugas Kimia


Larutan penyangga

Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.

Komponen Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:
  1. Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
  2. Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa.

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:
1. Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.
Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat dan natrium etanoat dalam larutan. Pada kasus ini, jika larutan mengandung konsentrasi molar yang sebanding antara asam dan garam, maka campuran tersebut akan memiliki pH 4.76. Ini bukan suatu masalah dalam hal konsentrasinya, sepanjang keduanya memiliki konsentrasi yang sama.
Anda dapat mengubah pH larutan penyangga dengan mengubah rasio asam terhadap garam, atau dengan memilih asam yang berbeda dan salah satu garamnya.


2. Larutan penyangga yang bersifat basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.
Seringkali yang digunakan sebagai contoh adalah campuran larutan amonia dan larutan amonium klorida. Jika keduanya dalam keadaan perbandingan molar yang sebanding, larutan akan memiliki pH 9.25. Sekali lagi, hal itu bukanlah suatu masalah selama konsentrasi yang anda pilih keduanya sama.

Cara kerja larutan penyangga

Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga:
1. Larutan penyangga asam
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
Pada penambahan asam Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.
CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)
Pada penambahan basa Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan air.
CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)

Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan penyangga harus menghilangkan sebagian besar ion hidrogen yang baru sebaliknya pH akan turun dengan mencolok sekali.
Ion hidrogen bergabung dengan ion etanoat untuk menghasilkan asam etanoat. Meskipun reaksi berlangsung reversibel, karena asam etanoat adalah asam lemah, sebagaian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan melalui cara ini.

Karena sebagian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan, pH tidak akan berubah terlalu banyak – tetapi karena kesetimbangan ikut terlibat, pH akan sedikit menurun.
Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan basa mengandung ion hidroksida dan larutan penyangga menghilangkan ion hidroksida tersebut.
Kali ini situasinya sedikit lebih rumit karena terdapat dua proses yang dapat menghilangkan ion hidroksida.
Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan asam etanoat
Sebagian besar zat yang bersifat asam yang mana ion hidroksida bertumbukan dengan molekul asam etanoat. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion etanoat dan air.

Karena sebagian besar ion hidroksida dihilangkan, pH tidak berubah terlalu besar.
Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan ion hidrogen
Harus diingat bahwa beberapa ion hidrogen yang ada berasal dari ionisasi asam aetanoat.

Ion hidroksida dapat bergabung dengannya untuk membentuk air. Selama hal itu terjadi, ujung kesetimbangan menggantikannya. Hal ini tetap terjadi sampai sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion hidroksida dihilangkan – karena terlalu banyak. Air yang terbentuk terionisasi kembali menjadi tingat yang sangat kecil untuk memberikan beberapa ion hidrogen dan ion hidroksida.
2. Larutan penyangga basa
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
Pada penambahan asam Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)
Pada penambahan basa Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air.
NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)
Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat basa
Terdapat dua proses yang dapat menghilangkan ion hidrogen yang anda tambahkan.
Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan amonia
Sebagian besar zat dasar yang mana ion hidrogen bertumbukan dengannya adalah molekul amonia. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion amonium.

Sebagian besar, tetapi tidak seluruhnya, ion hidrogen akan dihilangkan. Ion amonium bersifat asam yang sedikit lemah, dan karena itu ion hidrohen akan dilepaskan kembali.
Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan ion hidroksida
Harus diingat bahwa beberepa ion hidroksida yang ada berasal dari reaksi antara amonia dan air.

Ion hidrogen dapat bergabung dengan ion hidroksida tersebut untuk menghasilkan air. Selama hal itu terjadi, ujung kesetimbangan menggantikan ion hidroksida. Hal ini terus terjadi sampai sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion hidrogen dihilangkan – hanya sebagian besar.
Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat basa
Ion hidroksida dari alkali dihilangkan melali reaksi yang sederhana dengan ion amonium.

Karena amonia yang terbentuk merupakan basa lemah, amonia akan bereaksi dengan air – dan karena itu reaksi sedikit reversibel. Hal ini berarti bahwa, sekali lagi, sebagian besar (tetapi tidak semuanya) ion hidrogen dihilangkan dari larutan.

Perhitungan pH Larutan Penyangga

1. Larutan penyangga asam
Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[H+] = Ka x a/valxg
atau
pH = p Ka - log a/g
dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah
              a  = jumlah mol asam lemah
              g  = jumlah mol basa konjugasi


2. Larutan penyangga basa
Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[OH-] = Kb x b/valxg
atau
pH = p Kb - log b/g
dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah
              b  = jumlah mol basa lemah
              g  = jumlah mol asam konjugasi
 

Contoh soal Larutan penyangga asam dan basa lemah

  1. Bila 0,15 mol CH3COOH (Ka = 2 . 10–15) dan 0,1 mol NaOH dilarutkan dalam air sehingga diperoleh larutan penyangga dengan volume 1 liter. Tentukan pH larutan penyangga tersebut!
    Jawab:
    contoh soal larutan penyangga asam lemah
  2. Bila 3,4 gram gas NH3 dilarutkan ke dalam 1 liter air. Kemudian ke dalam larutantersebut ditambahkan 5,35 gram NH4Cl. Jika KbNH3 = 1,8.10-5, Mr NH3 = 17 dan Mr NH4Cl = 53,5, tentukanlah pH larutan tersebut!
    Jawab:
    contoh soal menghitung pH larutan buffer basa lemah
  3. Bila 2 liter larutan NH4OH 0,2 M dicampurkan dengan 2 liter larutan NH4Cl 0,2 M dan Kb NH4OH = 1,8.10-5. Tentukan:
    a. pH larutan penyangga
    b. pH larutan penyangga setelah penambahan 10 ml HCl 0,1 M
    c. pH larutan penyangga setelah penambahan 10 ml NaOH 0,1 M

Jawab:

a. Jumlah mol NH4OH = V × M = 2 × 0,2 = 0,4 mol
Jumlah mol NH4Cl = V × M = 2 × 0,2 = 0,4 mol


b. Pada campuran NH4OH dan NH4Cl ditambahkan HCl, maka NH4OH akan bereaksi dengan HCl membentuk NH4Cl.
Jumlah mol NH4Cl awal = 0,4 mol = 400 mmol
Jumlah mol NH4OH awal = 0,4 mol = 400 mmol
Jumlah mol HCl = V × M = 10 ml × 0,1 M = 1 mmol
contoh soal kimia SMA pengenceran larutan

c. Pada campuran NH4OH dan NH4Cl ditambahkan NaOH, maka NaOH akan
bereaksi dengan NH4Cl sehingga NH4OH bertambah dan NH4Cl berkurang.
Jumlah mol NH4OH awal = 0,4 mol = 400 mmol
Jumlah mol NH4Cl awal = 0,4 mol = 400 mmol
Jumlah mol NaOH = V × M = 10 ml × 0,1 M = 1 mmol
contoh soal kimia SMA pengenceran

Fungsi Larutan Penyangga

Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping.

Minggu, 23 Oktober 2011

I Want to Spend My Lifetime Loving You

Moon so bright, night so fine...
Keep your heart, here with mine...
Life's a dream, we are dreaming...

Race the moon, catch the wind...
Ride the night, to the end...
Seize the day, stand up for the light...

I want to spend my lifetime loving you...
If that is all in life I ever do...

Heroes rise, heroes fall...
Rise again, win it all...
In your heart, can't you feel the glory...

Through our joy, through our pain...
We can move worlds again...
Take my hand, dance with me...

I want to spend my lifetime loving you...
If that is all in life I ever do...

I will want nothing else to see me through...
If I can spend my lifetime loving you...
Though we know, we will never come again...
Where there is love, life begins...

Over and over again...
Save the night, save the day...
Save the love, come what may...
Love is worth, everything we pay...

I want to spend my lifetime loving you...
If that is all in life I ever do...
I want to spend my lifetime loving you...
If that is all in life I ever do...
I will want nothing else to see me through...
If I can spend my lifetime loving you...

Kamis, 20 Oktober 2011

Eeeet dah.... Kelas 2 Berapa Bulan Lagi Sih ?

Yassalaaam.... baru aja berapa bulan gua duduk di kelas 2. Tapi, roman-romannya kelas 2 ini mempercepat kematian gua gimanaaa gitu. Bukannya apa-apa bro, banyak banget PR, tugas + kerjaan yang numpuk di depan mata gua. Pertama, guru khusus kelas IPA yang kagak kira-kira kalo ngasih PR. Gua rasa nih yak, ntu guru semuanya pada sentiment gimanaaa gitu ama anak IPA 2. Masalahnya, kelas lain itu enteng-enteng banget PR-nya, kagak kayak IPA 2 yang notabene-nya kelas unggulan untuk anak program reguler. Kedua, tugas-tugas tambahan sebagai pelangkap nilai-nilai gua yang kurang akibat seringnya gua dispen buat ngurusin organisasi. Semua guru itu sepakat bahwa,

Setiap siswa/i diperbolehkan tidak mengikuti pelajaran karena dispensasi, dengan syarat, jika siswa/i yang bersangkutan harus meminta tugas tambahan dari guru yang tidak ia ikuti pelajarannya selama dispensasi.

Mampus gua ! kalo dihitung-hitung nih yak, misalkan gua dispen sehari penuh. Nah, dalam sehari itu ada 4 pelajaran, berarti gua harus minta 4 tugas tambahan dari guru yang gua gak ikutin pelajarannya. Gimana kalo gua dispen selama 3 hari ? Suram.

Ketiga, banyaknya kerjaan yang memaksakan gua buat dispen sekolah. "Kerjaan" yang gua maksud di sini  itu bukan kayak orang-orang kantoran. Tapi, kerjaan gua di sini adalah sibuk ngurusin 2 organisasi yang cukup memaksakan gua untuk cepet-cepet booking kuburan. Gila lu ! stress berat gua ngurusin English Club sama Musikalisasi Puisi yang cukup menguras bak mandi. Kalo buat English Club, semua temen se-angkatan gua udah men-judge gua jadi calon ketua English Club periode mendatang. Dari situ aja gua udah stress berat. Apalagi, pembinanya nyiksa lahir batin. Udah dah... MEM-PER-CE-PAT KE-MA-TI-AN. Kalo untuk musikalisasi puisi, karena sekarang ini lagi musimnya bulan bahasa, jadinya banyak banget event musikalisasi puisi di berbagai tempat. Dan itu semua cukup menyita waktu gua hanya buat latihan vocal, gerakan, sama kontrol emosi dalam bernyanyi.

Well, so far, pertanyaan gua adalah, kelas 2 berapa bulan lagi sih ? pusing nih gua !

Gue juga bingung mau ngapain...?

Assalau'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Huuuuuh.... akhirnya gue punya blog juga.... setelah lama melompong kaga ngerti-ngerti tentang apa itu blog...? akhirnya, sekarang gue udah nyoba buat belajar, walaupun masih ecek-ecekan... maklumin aja yak...:D

Well, kita kenalan dulu deh, kan tak kenal maka tak sayang... iya nggak ? (penting banget kenal sama lu...) Sebenarnya sih, emang kaga ada yang nanya nama gue siapa... tapi gue inisiatif sendiri deh... siapa tau 5 tahun kedepan gue bakalan terkenal, ntar lu semua nyesel lagi kaga kenal gue... (sok iye banget lu bocah...!) Okay, nama gue Putri Nur Indah Pratiwi, gue masih kelas X SMA SMAN 5 Tambun Selatan-Bekasi.

Well, sekarang gue lagi bingung nih mau mosting tulisan apaan... maklum, sok ngeblog, tapi kaga ada bahan yang bisa gue diskusiin... so, gue nulis beginian aja dulu... kan sambil kenalan juga coy...

Okay, selain gue lagi sibuk ngetik beginian, gue juga lagi nonton film 3 hati 2 dunia 1 cinta di RCTI nih... biasalah, ada si ganteng tea akang Reza Rahardian... oh ya, selain itu, gue juga sibuk dengan handphone yang dari tadi rame dengan banyak sms yang masuk... jadi, ada pacarnya kakak gue yang balik ke Bekasi sepulangnya dari Pemalang, Jawa Tengah. Jadi, dari tadi itu sibuk banget gue disuruh sms dia mulu, "Udah nyampe mana teh...?" "Udah nyampe mana teh...?" "Udah nyampe mana teh...?". Biasalah, mau dijemput pulang ke rumah gue... huuuh... rempong gilllaaa ya gue...?

Naaah yang pasti bikin lu bingung, kenapa kaga pacarnya aja yang sms ceweknya...? pertanyaan yang bagus...*prok-prok-prok*. Dan jawabannya adalaaaaah.... abang gue malah sibuk jala-jalan ke Taman Buah Mekarsari.... yeeeeiii..... ngeselin banget ye dia... ceweknya lagi di jalan pulang, dia malah asik-asikkan di Taman Buah...

Dan sekarang, ceweknya sms ke gue, dia bilang, "Put, teteh udah nyampe..." nahlooo..... mampus gue... abang gue juga malah sms ke gue dan bilang hal yang sama. Yassalaaam.... ampun dah gue... tapi sekarang abang gue lagi usaha buat ngejemput ceweknya di terminal Cibitung...

Hati-hati ya abang gue sayang...

Senin, 10 Oktober 2011

Serangan Pilek dan Batuk yang Datang Menyerang

Hari ini, hidup gua berbeda 100% dari biasanya. Karena, hari ini keadaan hidung gua ampar-amparan, yang satu mampet, yang satu kagak. Udah gitu, tenggorokkan gua juga sakit banget. Jadi ngeribetin gua aja kalo mau nelen makanan atau minuman...
***
Padahal, waktu kemaren gua masih sehat-sehat aja. Emang sih, gejalanya udah mulai muncul. Gua jadi sering bersin ampe berantai berapa kali tau dah... kalo diitung sih, bisa nyampe 20X berturut-turut dah tuh gua bersin. Tapi kalo tenggorokkan sih emang belom ada sesuatu yang berarti. Mau nelen juga biasa aja. Tapi sekarang ? hidup gua kacau balau semenjak pilek dan batuk itu datang dengan tiba-tiba mendekati gua, dan merasuk ke dalam jantung hati gua.
***
Tapi kalo gua pikir-pikir lagi nih ya, roman-romannya sih mendingan sakit hati daripada pilek. Itu kata gua yang notabene-nya terlanjur kuper dan belom kenal cowok. Tapi buat anak gaul sekaligus udah kenal ama makhuk yang berjenisn kelamin "cowok" pastinya mereka lebih memilih pilek ketimbang sakit hati. Alesannya ? kagak tau juga dah... gua kan masih terlanjur kecil tuh... jadi, kagak ngerti dah urusan begitu-begituan.
***
Well, overall harapan gua adalah semoga serangan pilek ini segera enyah dari hidup gua, dan ngebuat hidup gua damai, sentosa, sejahtera, tentram, aman, damai, rukun, dan abadi selalu kayak dulu.

Selasa, 04 Oktober 2011

Ketika Karma Itu Ada

Tuhan memang sungguhlah adil...
Dia mengabulkan doaku...
membuat nyata bahwa hukum karma itu sungguhlah berlaku...

Selama 6 tahun aku mengaguminya...
dialah obsesiku selama ini...
Allah, keluargaku, keluarganya, dan bahkan diapun tahu isi hatiku terhadap dirinya...

Namun, sedikitpun tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk membalas cintaku...
ia diam seribu bahasa...
hingga tak ada satu kepastianpun yang ia berikan...

Hatikupun semakin hancur saat aku tahu bahwa dia telah bersama dengan wanita lain...
ya, seorang janda beranak dua nan kaya...

Sang janda itu selalu mengikuti ke manapun ia pergi...
selalu menunggu dan selalu ingin menemani di manapun ia berada...

Aku hanya terdiam...
merenungi diriku yang selalu harus mengalah demi orang lain...
aku tak akan pernah menangis hanya untuk lelaki sepertinya...
aku hanya menggelengkan kepala, tersenyum, seraya mengucap syukur karena Allah tidak memberikan dia untukku...

Hari demi hari kulewati...
sedikitpun tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk menatap matanya ketika kami dipertemukan...

Aku telah hancur...
lebih dari berkeping-keping...

Setiap hari aku selalu berdoa agar karma itu ada...
dan ternyata memang benar bahwa karma itu sungguhlah ada...
Allah telah mengabulkan doaku...

Tak lama, aku mengetahui bahwa kebersamaannya dengan janda itu telah berakhir...
ia kembali menyendiri dalam dinginnya sepi...

Kini, ia datang padaku...
ia menggodaku dan menyapaku ke manapun aku pergi...
senyum dan tutur kata nan sopan telah menggoda iman dan taqwa ini...

Maafkan aku, kasih...
aku sudah tak bisa menerimamu dihatiku...
sakit hati ini, kekecewaan ini, dan kehancuran ini sudah tak bisa ditukar dengan kedatanganmu saat ini...

SELAMA 6 TAHUN AKU MENANTIMU...
TAPI MENGAPA BARU SEKARANG ENGKAU DATANGI AKU ?!
MENGAPA SETELAH KAU PUTUS DENGAN JANDA ITU BARU KAU DATANGI AKU, KASIH ?!

Aku mencintaimu, kekasih...
maafkan aku untuk cintaku...

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sholatu Bissalamilmubin

Alhamdulillah Ya Allah... akhirnya gua punya juga lirik lagu shalawat yang judulnya "Sholatu Bissalamilmubin" setelah ngalor-ngidul-ngulon-ngetan nyariin ini lirik di aa' google, tapi kagak ada. Semua ini juga atas bantuan dari seorang ustad muda gitu sih... jadi, ada salah satu tetangga gua yang juga temen satu pengajiannya emak gua yang minta tulisin lirik shalawat ini ke ustad itu. Alhamdulillah yaa... ntu ustad tau liriknya... gua juga bingung, kok dia bisa tau liriknya yak ? entahlah... anyway, this is the lyric :

Sholatum bissalamilmubin...
Linuqthotittaini yaghoromi...

Nabiyun kana ashlattaqwini...
Min' ahdukun fayakun yaghoromi...

Aya manja ana haqqon nadiri...
Mugisan musbilan subularosyadi...

Rasulullohi ya dhowil jabini...
Wa ya manja abil haqqil mubin...

Sholatu lam tazal tutla alaika...
Kami' thorinnasim tuhda alaika...

Itulah lirik shalawat "Sholatu Bissalamilmubin" yang gua contek dari catetan emak gua... kalo untuk kurang lebihnya, gua juga mohon maaf yak... maklum, gua udah ngedownload ini shalwat dari internet, tapi begitu gua ikut nyanyi sambil baca liriknya, eh gak taunya cuma setengah lirik doang yang dinyanyiin... jadi, gua kagak tau juga bener atau salahnya lirik yang gua tulis ini.

Sabtu, 28 Mei 2011

Ahsan udah kaya mau nangis.... :'') on Twitpic

Ahsan udah kaya mau nangis.... :'') on Twitpic

Fran/Pia saat melawan Joachim/Christina on Twitpic

Fran/Pia saat melawan Joachim/Christina on Twitpic